Pesisir Barat, (HalamanTodayTV)– Program Aktivasi Sepuluh Desa Budaya Nasional dalam rangka Ngejalang Fest Tayuh Budaya Pesisir resmi ditutup oleh Bupati Dedi Irawan, Selasa (2/12/2025).
Dalam keterangannya saat ditemui usai kegiatan, Bupati Dedi Irawan menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter masyarakat.
“Apa yang telah ditampilkan hari ini menjadi pengingat bahwa budaya bukan sekadar perayaan, melainkan fondasi moral yang membentuk karakter masyarakat kita,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Udo Ngah itu juga menyampaikan kebanggaannya atas ditetapkannya Pekon Tenumbang sebagai salah satu dari sepuluh desa yang diaktivasi menjadi Desa Pemajuan Kebudayaan Tingkat Nasional 2025.
”Ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Kabupaten Pesisir Barat,” katanya.
Ia mengajak masyarakat untuk terus melestarikan adat dan budaya yang menjadi identitas Bumi Para Sai Batin dan Ulama. Penetapan Tenumbang sebagai desa budaya oleh Kementerian Kebudayaan diharapkan menjadi contoh bagi desa lainnya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI yang diwakili Kepala Balai Pelestarian Wilayah 7 (Bengkulu–Lampung),Iskandar Mulia Siregar menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan festival tersebut.
Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat kuat dan jarang ditemui di daerah lain.
”Budaya di sini sangat beragam, masyarakatnya juga luar biasa. Semua terlibat, mulai dari anak-anak TK hingga orang dewasa. Ini sangat jarang kita saksikan di tempat lain,” ujarnya.
Ia turut mendorong masyarakat untuk terus menjaga keberagaman budaya yang dimiliki Pesisir Barat.
Penutupan Ngejalang Fest Tayuh Budaya Pesisir menandai berakhirnya rangkaian program aktivasi desa budaya nasional tahun ini, sekaligus memperkuat posisi Pesisir Barat sebagai salah satu wilayah dengan ekosistem budaya pesisir yang hidup dan dinamis.

