Pesisir Barat, (HalamanTodayTV)– Rasa bangga dan haru menyelimuti masyarakat Pekon Tenumbang setelah desa mereka secara resmi ditetapkan sebagai satu dari sepuluh desa penerima Aktivasi Desa Pemajuan Kebudayaan Tingkat Nasional Tahun 2025, Selasa (2/12/2025).
Penetapan ini menjadi momen bersejarah sekaligus kebanggaan bagi warga yang selama ini menjaga dan melestarikan tradisi leluhur.
Muzamil (60), warga Bumi Lebu, Tenumbang, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut bahwa banyak tradisi adat di wilayahnya yang mulai memudar seiring perkembangan zaman, sehingga pengakuan ini menjadi dorongan besar bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai budaya.
”Kami sebagai masyarakat sangat bangga sekali. Kegiatan adat seperti ini sangat bagus,” ungkapnya, Selasa (2/12/2025).
Menurut Muzamil, semakin banyak adat istiadat yang perlahan terlupakan oleh generasi muda.
Namun, ditetapkannya Tenumbang sebagai desa budaya memberikan secercah harapan baru. Status ini dianggap sebagai tonggak penting untuk menjaga kelestarian adat, tradisi, serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Sejumlah tradisi seperti ngumbai atar dan ngumbai pekon kini mulai kembali digiatkan oleh masyarakat setempat.
Muzamil berharap langkah ini dapat menjadi awal yang baik agar budaya khas Bumi Para Sai Batin Ulama tersebut bisa terus lestari dan tidak hilang di telan modernisasi.
Terpisah, Ricard Sambera, Daya Desa Pekon Negeri Ratu Tenumbang sekaligus penggerak budaya Bumi Lebu, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari inisiasi Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Pelestarian dan Perlindungan Kebudayaan.
”Dari 300 desa yang mengikuti program ini, alhamdulillah Pekon Tenumbang menjadi salah satu dari 10 desa yang diaktivasi menjadi Desa Pemajuan Kebudayaan tingkat nasional,” katanya.
Ricard menuturkan, penyelenggaraan kegiatan ini memiliki tujuan besar, yakni mengembalikan karakter masyarakat pesisir sesuai jati dirinya, masyarakat yang kuat, terbuka, dan akulturatif.
Menurutnya, kawasan pesisir memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari budaya lokal hingga budaya pendatang yang berpadu dan melahirkan identitas baru di negeri para sai batin dan ulama.
”Pesisir ini sangat kaya akan budaya, baik budaya lokal maupun budaya pendatang yang berbaur dengan budaya setempat hingga menjadi budaya baru,” ujarnya.
Selain menghidupkan kembali berbagai tradisi, pihaknya juga memperkenalkan sebuah terobosan baru, yaitu Museum Ruang Tamu.
Museum ini berfungsi mengumpulkan dan memamerkan berbagai peninggalan sejarah masa lalu sebagai upaya pelestarian identitas budaya masyarakat pesisir.
Melalui berbagai program dan inovasi tersebut, Pekon Negeri Ratu Tenumbang berharap dapat menjadi role model desa budaya yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menciptakan ruang bagi masyarakat untuk terus berkembang tanpa kehilangan jati diri. (Red)

